Pengukuran Tingkat Kebugaran Metode Rockport pada Pegawai RSUD Banten

Pengukuran Tingkat Kebugaran Metode Rockport pada Pegawai RSUD Banten

Pada hari jumat, 13 Maret 2020 RSUD Banten melalui Program Instalasi Humas Promkes melakukan Pengukuran tingkat kebugaran pegawai RSUD Banten untuk mengetahui apakah pegawai RSUD Banten mempunyai tingkat kebugaran yang baik, cukup, atau kurang. Pegawai dengan tingkat kebugaran yang baik maka akan mempunyai derajat kesehatan yang baik pula sehingga produktivitas kerjanya optimal. Sebaliknya, pegawai dengan tingkat kebugaran yang kurang maka akan mempunyai derajat kesehatan yang kurang optimal juga sehingga produktivitas kerja kurang optimal.


Pengukuran tingkat kebugaran dilakukan kepada pejabat struktural dilingkungan RSUD Banten, kepala instalasi, kepala ruangan, para dokter spesialis dan pegawai manajemen dilingkungan RSUD Banten dengan sasaran sebanyak 100 orang. Ada berbagai manfaat yang didapatkan saat tes kebugaran yang dilakukan yaitu untuk Mengukur kemampuan fisik dan kebugaran jasmani seseorang dan  sebagai acuan untuk menentukan aktifitas yang perlu dilakukan.


Kegiatan pengukuran tingkat kebugaran pegawai RSUD Banten  dilaksanakan dengan  menggunakan metode Rockport, yaitu setiap peserta berlari sepanjang 1.600 meter. Sebelum pengukuran kebugaran, peserta diminta untuk mengisi Par Q Test (Physical Activity Readiness Questionnaire) sebagai upaya screening apakah peserta layak atau tidak untuk mengikuti pengukuran kebugaran dengan Metode Rockport. Selain itu, peserta juga diukur tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui IMT (Indeks Massa Tubuh) sebagai salah satu cara untuk mengetahui status gizi seseorang, diukur tekanan darah, dan denyut nadi.


Sebelum peserta berlari, peserta terlebih dahulu melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh, terutama otot tungkai dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Hal tersebut dilakukan selama 10-15 menit. Waktu yang dicapai peserta dalam menyelesaikan lari sepanjang 1.600 meter tersebut kemudian dikonversikan ke dalam tabel Hubungan Waktu Tempuh - VO2 max untuk mengetahui VO2 max (ml/kg/menit) peserta. Setelah mengetahui VO2 max peserta, kemudian nilai VO2 max digunakan untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung paru sesuai dengan jenis kelamin dan kelompok umur.


Pengukuran kebugaran jantung paru dengan jalan cepat atau jogging sejauh 1.600 meter (Rockport) dapat dijadikan panduan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani, dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok, relatif aman bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit, mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat khusus (yang perlu dipersiapkan adalah lintasan datar sepanjang 1.600 meter, alat pencatat waktu, dan sepatu olahraga), dan dilakukan semampunya dengan berjalan cepat atau berlari secara konstan.


Setelah diketahui tingkat kebugarannya, setiap peserta diberikan informasi tentang program latihan fisik yang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat kebugaran pada pengukuran tingkat kebugaran selanjutnya. Pengukuran tingkat kebugaran sebaiknya dilakukan setahun 2 kali atau setiap 6 bulan sekali. Selama rentang waktu antara pengukuran tingkat kebugaran pertama dan kedua, peserta dapat melakukan program latihan.


Dari hasil tes kebugaran bagi karyawan RSUD Banten yang sudah dilakukan didapatkan hasil rata-rata tingkat kebugaran karyawan RSUD Banten yaitu tingkat kebugaran dengan kategori cukup.

 

 

Share :