Hari Kanker Tulang 1 April 2019


Kanker tulang merupakan kejadian kanker yang jarang terjadi. Setidaknya, kanker tulang terjadi hanya 5% dari total kasus kanker yang ada di dunia. Kanker tulang dapat dialami oleh anak-anak maupun dewasa, terjadi akibat adanya pertumbuhan sel tulang yang abnormal. Jika sel kanker dideteksi pertama kali terdapat di jaringan tulang, maka dapat disebut kanker tulang primer. Sedangkan kanker tulang juga dapat terjadi akibat penyebaran dari kanker lain yang sebelumnya sudah terjadi seperti pada kanker usus, kanker mata, atau kanker payudara.

 

Untuk kanker tulang yang muncul akibat penyebaran kanker lain, ini disebut sebagai kanker tulang sekunder. Kanker yang terjadi pada usia dewasa, biasanya merupakan kanker tulang sekunder yang terjadi akibat adanya penyebaran sel kanker ke jaringan tulang. Kanker tulang primer dan sekunder memiliki masing-masing prognosis dan pengobatan yang berbeda.

 

Apa penyebab kanker tulang?

Kanker tulang primer sangat jarang terjadi, bahkan kasus ini hanya terjadi sekitar 1% dari total kasus kanker yang ada. Sampai saat ini belum jelas apa penyebab dari kanker tulang. Secara teori, kanker tulang terjadi karena terdapat kesalahan ketika melakukan replikasi DNA pada sel tulang. Ketika DNA yang terbentuk salah, ini mengakibatkan sel tulang berkembang secara tidak terkendali dan tumbuh dalam jumlah banyak. Sel-sel tulang yang tidak terkendali tersebut berkumpul menjadi sebuah tumor ganas yang dapat melakukan penyebaran ke jaringan-jaringan lainnya.

 

Walaupun belum diketahui apa penyebabnya, berikut adalah faktor risiko yang mungkin dapat mengakibatkan kejadian kanker tulang:

 

  1. Genetik. Genetik merupakan penyebab yang sangat jarang ada di dalam kasus kanker tulang primer. Namun, orang yang memiliki gen atau riwayat kanker mata dan Li-Fraumeni syndrome memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker tulang.
  2. Penyakit Paget. Penyakit ini umumnya terjadi pada kelompok usia lanjut dan jika pernah mengalami penyakit ini maka memiliki peluang tinggi untuk terkena kanker tulang
  3. Memiliki riwayat terapi kanker. Radiasi dan beberapa obat kemoterapi dapat meningkatkan risiko terkena kanker tulang, contohnya pengobatan dengan alkylating agents.

Berbagai jenis kanker tulang

Kanker tulang terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan tempat sel kanker tumbuh pada jaringan tulang. Berikut adalah jenis kanker tulang yang sering ditemukan:

 

Osteosarcoma

Osteosarcoma adalah jenis kanker primer yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja, yaitu sekitar usia 10 hingga 9 tahun. Kanker tulang jenis ini juga lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Sel kanker pada osteosarcoma biasanya tumbuh pada tulang-tulang panjang, seperti pada tulang kering,paha, dan lengan.

 

Chondrosarcoma

Chondrosarcoma adalah kanker tulang kedua yang paling sering terjadi. Sel kanker tumbuh pada tulang-tulang rawan yang menjadi penghubung antar tulang atau yang melapisi tulang. Kanker tulang jenis ini sering terjadi pada kelompok usia lanjut, yaitu di atas usia 40 tahun dan hanya 5% kasus yang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. Sel kanker chondrosarcoma dapat tumbuh sangat agresif atau malah tumbuh sangat lambat. Lokasi yang sering terkena penyakit ini yaitu di tulang bagian pinggul dan pangkal paha.

 

Ewing sarcoma

Kanker jenis ini merupakan kanker yang pertumbuhannya paling agresif jika dibandingkan dengan jenis kanker tulang lainnya. Ewing sarcoma sering dialami oleh anak-anak yang berusia 4 hingga 15 tahun dan terjadi pada tulang ataupun jaringan lunak. Sama seperti osteosarcoma, bagian tulang yang paling sering terkena ewing sarcoma adalah bagian tulang-tulang panjang seperti tulang kaki dan tulang tangan.

 

Fibrosarcoma

Fibrosarcoma adalah tipe kanker tulang yang jarang muncul dan terjadi pada lutut bagian belakang pada usia dewasa.

 

Chordoma

Kanker tulang ini sangat jarang terjadi, dan jika terjadi, biasanya dialami oleh orang yang sudah berusia di atas 30 tahun. Sel kanker chordoma sering ditemukan di tulang belakang bagian bawah atau atas.

 

Gejala dan tanda kanker tulang

Gejala dan tanda yang sering terjadi pada kasus kanker tulang adalah:

 

  • Sakit pada bagian tulang, biasanya timbul nyeri
  • Terdapat benjolan pada bagian tulang yang sakit dan terasa hangat pada bagian tersebut.
  • Terjadinya patah tulang
  • Kelelahan
  • Berat badan menurun tanpa sebab

Bagaimana mendiagnosis kanker tulang?

 

Kanker tulang didiagnosis dengan cara melihat beberapa hasil pemeriksaan medis seperti:

 

  • X-ray. Dengan melakukan rontgen atau melihat tulang melalui x-ray, maka dapat ditentukan di mana posisi tulang yang terkena kanker. Jika memang benar seseorang mengalami kanker tulang, maka dari hasil x-ray-nya akan terlihat perbedaan dan tanda abnormal pada x-ray. Kemudian, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Bone scan yaitu tes yang dilakukan dengan menyuntikkan zat radioaktif ke dalam tubuh melalui pembuluh darah, kemudian dilihat gambaran tulangnya melalui alat khusus.
  • Computed tomography (CT) scan, merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kondisi rinci suatu bagian dalam tubuh dan dapat dilihat dari berbagai sisi.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) yaitu pemeriksaan yang menggunakan teknologi magnet, yang melihat detail bagian tubuh.
  • Positron emission tomography (PET) scan adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan menyuntikkan glukosa radioaktif ke dalam tubuh dan menggunakan scanner untuk melihat daerah yang terkena kanker. Pemeriksaan ini dapat menjadi pemeriksaan yang akurat, karena sel kanker biasanya menggunakan lebih banyak glukosa dibandingkan dengan sel normal, dengan menyuntikkan glukosa ke dalam tubuh dapat terlihat aktivitas sel kanker di dalam tubuh.

Stadium yang ada pada kanker tulang

 

Setelah dokter mendiagnosis kanker tulang, maka terbatas akan dilakukan penentuan stadium kanker. Pada kanker tulang terdapat beberapa stadium yaitu:

 

  1. Stadium I. Pada tahap ini sel kanker yang ada di tulang masih sedikit jumlahnya dan belum menyebar ke bagian mana pun. Stadium I merupakan tahapan yang paling rendah dan sel kanker belum terlalu agresif.
  2. Stadium II. Ketika memasuki stadium ini, sel kanker masih, hanya ada di permukaan tulang dan belum menyebar ke bagian lain. Namun yang membedakan dengan stadium I, pada stadium II sel kanker tumbuh lebih agresif dan siap untuk melakukan penyebaran.
  3. Stadium III. Pada stadium III, sel kanker sudah menyebar ke beberapa bagian di tulang. Stadium tiga dapat dibagi menjadi stadium III awal dan stadium III akhir.
  4. Stadium IV. Tahapan ini mengindikasikan bahwa kanker telah menyebar ke area yang lebih luas, tidak lagi bersarang pada jaringan tulang, namun ke bagian tubuh lain, seperti organ-organ tubuh. Penyebaran paling sering terjadi ke paru-paru.

 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan